STRAKONNEWS.COM, SERANG– Menjaga kawasan pesisir tidak cukup hanya dengan menanam pohon mangrove. Kesadaran untuk merawat lingkungan dan mengurangi sampah juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan ekosistem pesisir.
Pesan tersebut menjadi semangat dalam kegiatan Mangrove Guardians X Hiling 2026 yang digelar di kawasan mangrove Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Sabtu (26/9/2026).
Sebanyak 96 peserta terlibat dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 13.10 WIB tersebut. Mereka tidak hanya mendapatkan materi mengenai ekosistem mangrove, tetapi juga turun langsung membersihkan lingkungan dan menanam mangrove.
Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himaika), Gifary Andryan mengatakan, keterlibatan peserta secara langsung menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
“Peserta tidak hanya kami ajak untuk memahami mangrove melalui edukasi, tetapi juga melihat kondisi lingkungan secara langsung. Dari sana diharapkan muncul kepedulian dan kemauan untuk ikut menjaga kawasan pesisir,” ujar Gifary.
Setelah mendapatkan edukasi, peserta melakukan plogging, yakni berjalan santai sambil mengumpulkan sampah di sekitar kawasan mangrove.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari kampanye bahwa menjaga ekosistem mangrove tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang bersih dan terawat.
Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Perikanan (Himapi), Adila Afifa mengatakan, aksi memungut sampah sengaja dimasukkan dalam rangkaian kegiatan agar peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai persoalan lingkungan di kawasan pesisir.
“Ketika kita berbicara tentang pelestarian mangrove, persoalannya bukan hanya bagaimana menanam, tetapi bagaimana ekosistem tersebut bisa terus dijaga. Karena itu, kebersihan kawasan juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini,” kata Adila.
Usai kegiatan plogging, kata dia, peserta kemudian mengikuti kegiatan utama berupa penanaman mangrove.
Penanaman tersebut menjadi bentuk aksi langsung peserta untuk ikut menjaga keberadaan vegetasi yang memiliki peran penting bagi kawasan pesisir.
Gifary menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas lingkungan yang hanya dilakukan dalam satu hari.
“Harapannya, kepedulian yang tumbuh dari kegiatan ini bisa dibawa pulang oleh peserta. Mereka kemudian dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, baik di kawasan pesisir maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujarnya.
Adila berharap, semakin banyak generasi muda yang memiliki perhatian terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami ingin kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan ikut merawat lingkungan juga merupakan bagian dari pelestarian,” tuturnya.
Dikatakannya Mangrove Guardians X Hiling 2026 pun menjadi kombinasi antara pembelajaran dan aksi lingkungan. Edukasi memberikan pemahaman, plogging mengajak peserta menjaga kebersihan, sementara penanaman mangrove menjadi bentuk keterlibatan langsung dalam pelestarian pesisir.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga kesadaran baru mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove secara berkelanjutan.(rilis/red)






