STRAKONNEWS.CPM, NEW YORK – Pemandangan tak biasa terjadi dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81, Kamis,24 September 2026 waktu setempat. Saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato, sejumlah besar delegasi memilih meninggalkan ruang sidang.
Delegasi Indonesia Walk out
Rekaman yang dibagikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York memperlihatkan para diplomat Indonesia berdiri dari tempat duduk mereka dan berjalan meninggalkan aula ketika Netanyahu menuju podium.
Aksi itu tidak dilakukan Indonesia seorang diri. Berdasarkan laporan ANTARA, hampir 70 negara disebut melakukan walk out atau tidak menghadiri pidato Netanyahu.
Sejumlah negara yang delegasinya dilaporkan meninggalkan ruangan antara lain Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Yaman, Mesir, Irak, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, Indonesia, dan Kuwait.
Pergerakan puluhan delegasi menuju pintu keluar membuat suasana di dalam aula sempat riuh. Antrean bahkan terlihat di sejumlah pintu keluar hingga pimpinan sidang meminta peserta tetap menjaga ketertiban.
Netanyahu kemudian merespons aksi tersebut sebelum memulai pidatonya.
“Jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang,” ujar Netanyahu, sebagaimana dikutip dalam laporan mengenai kejadian tersebut.
Setelah puluhan delegasi meninggalkan ruangan, Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya di hadapan peserta sidang yang masih berada di dalam aula.
Indonesia Tegaskan Solidaritas untuk Palestina
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menjelaskan bahwa keputusan Indonesia meninggalkan ruang sidang merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan sikap tersebut juga menjadi pesan Indonesia terhadap apa yang disebut Kemlu sebagai kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional terhadap rakyat Palestina di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki.
Menurut Kemlu, Indonesia ingin menegaskan bahwa kekerasan terhadap rakyat Palestina serta pelanggaran hukum internasional tidak boleh dinormalisasi.
Sikap tersebut disampaikan ketika isu Gaza dan Palestina menjadi salah satu perhatian utama dalam rangkaian Sidang Umum PBB tahun ini.
Indonesia selama ini menyuarakan penghentian kekerasan, gencatan senjata, pemberian bantuan kemanusiaan, serta pemulihan layanan dasar dan infrastruktur di Gaza.
Sementara itu, Reuters juga melaporkan bahwa puluhan delegasi meninggalkan aula ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya.
Dengan sejumlah kursi delegasi yang kosong, Netanyahu akhirnya menyampaikan pidato di tengah ruang sidang yang tampak jauh lebih lengang dibandingkan kondisi sebelum dirinya naik ke podium.
Momen walk out tersebut kemudian menjadi salah satu sorotan dalam Sidang Umum PBB ke-81, terutama karena melibatkan delegasi dari berbagai negara ketika Netanyahu menyampaikan pidatonya.(antara/red)







